Serba Salah
Pernah gak merasa serba salah di lingkunganmu?
Pernah gak mau melakukan sesuatu tapi mikir beribu kali?
Saya pernah!
Serba salah!
Bingung gitu hidup di lingkungan sekarang dibandingkan dengan yang dulu. Apa karena dulu itu masih anak kecilya jadi yang di tau hanya bermain dan senang - senang saja,
Sekarang, beda banget rasanya.
Di jaman melanial ini, apapun bisa dikomentari. Dan komentarnya itu bisa pedes!
Gini deh kasik contoh,
Go back to my own personality. Ini baru saya tahu kalau saya itu introvert pas jaman - jaman kuliah S1. Ternyata dengan semua kejadian pas SMA atau SMP, oohh ternyata saya anaknya introvert! Pantesan bisa beda banget sama orang - orang lainnya yang bisa dikategorikan sebagai extrovert.
Nah, saya itu, gimananya jelaskannya ya? Coba deh cari tahu tentang bedanya introvert, ambivert, dan extrovert! Seru juga sih sebenarnya bisa tahu your own personality. Malah menurutku, kita harus lebih mengerti karatkter sendiri daripada mengurusi karakter orang lain. Keuntungan dengan mengetahui karakter sendiri, akhirnya bisa mengerti cara pribadi kita dalam menyelesaikan masalah dan mengadapinya masalah tsb. Gak perlu sebingung itu kalau ada perbedaan karakter kita dengan orang lain. Itu sih yang saya rasakan.
Oya lupa, contohnya belum.
Gini, saya itu bukan tipe orang yang gak mudah bersosialisasi dengan orang banyak. Gak mudah "make a friend" dengan orang baru. Saya akan lebih memilih diam dan didatangin duluan sama orang baru daripada saya yang memperkenalkan diri terlebih dahulu. Sombong? Nggak. Jangan langsung nilai salah. Yang saya rasakan bukan karena nggak mau kenalan dengan orang tsb, tapi memang ada perasaan malu gitu. Kenapa? Saya sendiri juga gak tahu kenapa. Yang dipikiranku itu gini, "Eh kenalan gak yah? Ntar kalau dicuekin gimana? Kalau saya salah bicara gimana? Nanti takutnya dia tersinggung. Kira - kira dia mau gak ya kenalan sama saya? Aduuh.. gak usah deh. Maluu!"
Gitu...
Apakah itu lebay? Gak tau juga sih. Tapi, dari dulu memang kalau saya mau kenalan sama orang baru, pasti respon saya terhadap diri saya sendiri kurang lebih kayak gitu. Nah masalahnya, dulu itu pas SMA atau SMP gak ngerti kalau ada kategori karakter introvert dan extrovert. Setelah saya baca dan nonton short-clip tentang introvert, ternyata saya mulai mengerti bahwa saya dan beberapa orang diluar sana memang mengalami hal serupa.
Itulah yang disebut dengan karakter seseorang.
Orang yang gak mengerti ttg introvert dan extrovert, dia pasti bakal berasumsi bahwa orang - orang kayak saya itu adalah orang sombong. Plus, emang kayak mukaku ini punya rawut wajah yang jutek. Nambah deh dibilangin sombong.
Eh belum contohnya deng. Lanjut.
Gini ini yang saya rasa.
Kalau saya bicara, dibilang lebay
Kalau diam atau senyum saja, dibilang munafik/poker face
Kalau menjauh atau pergi karena udah dibilangi lebay dan munafik, eh dibilangi sombong!
Maunya apaaa coba??
Pleas,e ada yang bisa kasik saran gak, kira - kira, hidup di jaman sekarang yang penuh serba salah ini, cara menyikapi masalah diatas itu gimana sih? Harus gimana?
Karena jujur, being yourself isn't enough.
Pernah gak mau melakukan sesuatu tapi mikir beribu kali?
Saya pernah!
Serba salah!
Bingung gitu hidup di lingkungan sekarang dibandingkan dengan yang dulu. Apa karena dulu itu masih anak kecilya jadi yang di tau hanya bermain dan senang - senang saja,
Sekarang, beda banget rasanya.
Di jaman melanial ini, apapun bisa dikomentari. Dan komentarnya itu bisa pedes!
Gini deh kasik contoh,
Go back to my own personality. Ini baru saya tahu kalau saya itu introvert pas jaman - jaman kuliah S1. Ternyata dengan semua kejadian pas SMA atau SMP, oohh ternyata saya anaknya introvert! Pantesan bisa beda banget sama orang - orang lainnya yang bisa dikategorikan sebagai extrovert.
Nah, saya itu, gimananya jelaskannya ya? Coba deh cari tahu tentang bedanya introvert, ambivert, dan extrovert! Seru juga sih sebenarnya bisa tahu your own personality. Malah menurutku, kita harus lebih mengerti karatkter sendiri daripada mengurusi karakter orang lain. Keuntungan dengan mengetahui karakter sendiri, akhirnya bisa mengerti cara pribadi kita dalam menyelesaikan masalah dan mengadapinya masalah tsb. Gak perlu sebingung itu kalau ada perbedaan karakter kita dengan orang lain. Itu sih yang saya rasakan.
Oya lupa, contohnya belum.
Gini, saya itu bukan tipe orang yang gak mudah bersosialisasi dengan orang banyak. Gak mudah "make a friend" dengan orang baru. Saya akan lebih memilih diam dan didatangin duluan sama orang baru daripada saya yang memperkenalkan diri terlebih dahulu. Sombong? Nggak. Jangan langsung nilai salah. Yang saya rasakan bukan karena nggak mau kenalan dengan orang tsb, tapi memang ada perasaan malu gitu. Kenapa? Saya sendiri juga gak tahu kenapa. Yang dipikiranku itu gini, "Eh kenalan gak yah? Ntar kalau dicuekin gimana? Kalau saya salah bicara gimana? Nanti takutnya dia tersinggung. Kira - kira dia mau gak ya kenalan sama saya? Aduuh.. gak usah deh. Maluu!"
Gitu...
Apakah itu lebay? Gak tau juga sih. Tapi, dari dulu memang kalau saya mau kenalan sama orang baru, pasti respon saya terhadap diri saya sendiri kurang lebih kayak gitu. Nah masalahnya, dulu itu pas SMA atau SMP gak ngerti kalau ada kategori karakter introvert dan extrovert. Setelah saya baca dan nonton short-clip tentang introvert, ternyata saya mulai mengerti bahwa saya dan beberapa orang diluar sana memang mengalami hal serupa.
Itulah yang disebut dengan karakter seseorang.
Orang yang gak mengerti ttg introvert dan extrovert, dia pasti bakal berasumsi bahwa orang - orang kayak saya itu adalah orang sombong. Plus, emang kayak mukaku ini punya rawut wajah yang jutek. Nambah deh dibilangin sombong.
Eh belum contohnya deng. Lanjut.
Gini ini yang saya rasa.
Kalau saya bicara, dibilang lebay
Kalau diam atau senyum saja, dibilang munafik/poker face
Kalau menjauh atau pergi karena udah dibilangi lebay dan munafik, eh dibilangi sombong!
Maunya apaaa coba??
Pleas,e ada yang bisa kasik saran gak, kira - kira, hidup di jaman sekarang yang penuh serba salah ini, cara menyikapi masalah diatas itu gimana sih? Harus gimana?
Karena jujur, being yourself isn't enough.
Komentar
Posting Komentar