She is, was, and always be my FRIEND
Mendekati bulan Desember, tidak terasa kami angkatan 2013 SMA YPS Soroako tak lama lagi akan menghadapi Ujian Nasional. Masing - masing siswa mempersiapkan diri untuk hal tersebut, hal yang sudah tak lazim lagi.
Mendekati ujian semester ganjil, hati mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Saya mulai merasa kami mulai menjadi angkatannya yang erat. Keakraban semakin terlihat. Satu sama lain. Say pun juga.
Apa yang Anda rasakan bila mulai merasakan hal itu? Saya, SEDIH !! Kenapa? selama kurang lebih 9 tahun satu sekolah dengan mereka, saya merasa mereka juga bagian dari keluarga, keluarga kecil. dan pada akhirnya kami akan berpisah lepas ke luar daerah. Akankah sama kecerian kami lagi? Akankah sama nuansanya lagi bila suata hari kami bertemu? Saya tak berkomentar.
Saya sedih, karena kami akan berpisah.
BERPISAH?
Sepertinya Allah SWT mempunyai ceritanya yang ingin dia sampai pada kami, pada saya. Apa yang Anda rasakan bila berpisah pada seseorang yang Anda anggap seperti saudara? SEDIH atau SENANG? (hanya 2 pilihan saja)
Bagaimana kalau ternyata perpisahan itu memang halnya perpisahan yang tak akan mengenal kata "bertemu kembali"? Apa perasaan Anda bila disaat - saat mendekati bulan ujian, bulan kekompakkan, teman Anda, sahabat Anda telah berpulang ke pengistirahatan terakhirnya? Bagaimana perasaan Anda?
29-30 Oktober 2012, bukanlah malam yang mudah untuk di lalui oleh kami, saya. Malam yang penuh titihan air kepergian. Titihan air yang tak disangka - sangka. Saya merinding.
Saya gemetaran. Saya takut. Saya khawatir. Saya bingung. Saya tidak percaya. Saya bermimpi.
Namun sayangnya, malam itu bukanlah mimpi. Itu nyata. Saya di rumah sakit. Saya memeluk tangis. Saya bersuara tak percaya. Saya mengeluskan benak. Saya ada pada malam itu. Kami menangis.
Mutia Anjayani, Pertiwi Wulandari, dan Astrid Claudia Rompas, mereka yang cantiknya tak dapat dituliskan, kembali pada pemilik roh, pemilik jiwa, pemilik segalanya.
Duhai Allah! Sang Pemilik Segalanya, engkaulah yang tahu mana benar, mana salah. Duhai Allah! Sang pemilik hati, saat itu hatiku, hati kami kacau, berporak-poranda. Engkau panggil teman - teman kami, pada malam tak terduga.
Namun yang ku tahu sekarang, setelah 1 bulan kepergian mereka "She is, was, and always be my FRIEND"
{}
Mendekati ujian semester ganjil, hati mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Saya mulai merasa kami mulai menjadi angkatannya yang erat. Keakraban semakin terlihat. Satu sama lain. Say pun juga.
Apa yang Anda rasakan bila mulai merasakan hal itu? Saya, SEDIH !! Kenapa? selama kurang lebih 9 tahun satu sekolah dengan mereka, saya merasa mereka juga bagian dari keluarga, keluarga kecil. dan pada akhirnya kami akan berpisah lepas ke luar daerah. Akankah sama kecerian kami lagi? Akankah sama nuansanya lagi bila suata hari kami bertemu? Saya tak berkomentar.
Saya sedih, karena kami akan berpisah.
BERPISAH?
Sepertinya Allah SWT mempunyai ceritanya yang ingin dia sampai pada kami, pada saya. Apa yang Anda rasakan bila berpisah pada seseorang yang Anda anggap seperti saudara? SEDIH atau SENANG? (hanya 2 pilihan saja)
Bagaimana kalau ternyata perpisahan itu memang halnya perpisahan yang tak akan mengenal kata "bertemu kembali"? Apa perasaan Anda bila disaat - saat mendekati bulan ujian, bulan kekompakkan, teman Anda, sahabat Anda telah berpulang ke pengistirahatan terakhirnya? Bagaimana perasaan Anda?
29-30 Oktober 2012, bukanlah malam yang mudah untuk di lalui oleh kami, saya. Malam yang penuh titihan air kepergian. Titihan air yang tak disangka - sangka. Saya merinding.
Saya gemetaran. Saya takut. Saya khawatir. Saya bingung. Saya tidak percaya. Saya bermimpi.
Namun sayangnya, malam itu bukanlah mimpi. Itu nyata. Saya di rumah sakit. Saya memeluk tangis. Saya bersuara tak percaya. Saya mengeluskan benak. Saya ada pada malam itu. Kami menangis.
Mutia Anjayani, Pertiwi Wulandari, dan Astrid Claudia Rompas, mereka yang cantiknya tak dapat dituliskan, kembali pada pemilik roh, pemilik jiwa, pemilik segalanya.
Duhai Allah! Sang Pemilik Segalanya, engkaulah yang tahu mana benar, mana salah. Duhai Allah! Sang pemilik hati, saat itu hatiku, hati kami kacau, berporak-poranda. Engkau panggil teman - teman kami, pada malam tak terduga.
Namun yang ku tahu sekarang, setelah 1 bulan kepergian mereka "She is, was, and always be my FRIEND"
{}
Komentar
Posting Komentar